Jumat, 06 Desember 2019

CARA CUCI KEMALUAN YANG BENAR - FIQIH ISLAM - PADA_NYA PENGETAHUAN


Sering kali kita merasa telah mencuci kamaluan kita dengan bersih dan benar. Bersih belum berarti benar, hal ini penting agar amal ibadah kita diterima.

Banyak orang merasa ibadah mereka bagus, tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.

 As Sayyidina Abu Bakar r.a, pernah hendak menyolatkan mayat seorang lelaki, tetapi tiba2 tersentak dengan suatu benda bergerak-gerak dari dalam kain kafan lelaki itu. lalu disuruhnya seseorang untuk membukanya, alangkah terkejutnya ada seekor ular sedang melilit kepala kamaluan mayat lelaki itu.
 khalifah abu bakar mencabut pedang lalu menghampiri ular tadi untuk membunuhnya, tetapi ular tiba2 berkata :

"apakah salahku? karena aku diutus oleh allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan"

setelah diselidiki amalan lelaki itu semasa hayatnya, ternayata dia merupakan orang yang menyepelekan dalam hal menyucikan kemaluan setelah selesai membuang air kecil.

jaid sebenarnya bagaimana cara membersihkan kemaluan kita dengan benar?

lelaki dan wanita berbeda caranya, bukan dibasuh sekedarnya dengan air dan asalkan bersih.

LELAKI > selepas membuang air kecil, disunnahkan berdehem tiga kali supaya air kencing betul2 sudah habis keluar.  setelah itu urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali dengan menggunakan tangan kiri, sehingga tiada lagi air kencing yang tertinggal dalam saluran. kemudian basuhlah dengan air sampai bersih.
WANITA > apabila membasuh kemaluannya, hendaklah ia berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukkan sedikit jari tengah kiri dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih. bukan dengan hanya menyiram air semata-mata, karena hanya dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.

SANGAT PENTING > begitu juga sewaktu akan membasuh air besar (berak), jari2 tangan kiri yang akan dipakai membersihkan sebaiknya diolesi dengan sabun, terutama bagian kukunya. kemudian sangat penting juga untuk memasukkan satu jari ke dalam dubur. putarkan beberapa kali supaya najis keluar dari dinding dubur, sambil siram dengan air hingga terasa najis benar-benar telah hilang dan bersih.

sudah benar atau tidak kah cara membersihkan kemaluan kita selama ini? kalau belum benar, mari bersama2 kita betulkan supaya diri kita bersih dengan cara yang benar. karena telah dijanjikan neraka bagi mereka yang tidak istibro' (menyucikan diri dengan sempurna baik hadas kecil/hadas besar).

Rasulullah SAW bersabda :

"barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala", aamiin yaa rabbal'alaamiin...

CATATAN :
1. tidak ada kata malu dalam urusan menyampaikan kebenaran agama.
2. jangan beranggapan ilmu fiqih itu jorok, karena fiqih itu menjelaskan sedetai-detailnya.

Rabu, 11 September 2019

MUNGKIN LEBIH DARI SEBUAH JUDUL

TIDAK ADA YANG LEBIH INDAH dari dua raga yang saling menjaga, tidak bertemu namun saling menunggu, tidak berpapasan namun saling memantaskan.

Tak pernah bertemu
Tak pernah berjabat
Tak pernah bertatap

Diam diam diantara waktu
Diam diam kita saling menunggu

Aku tahu kau di sana, bisa saja aku menoleh..
Tapi itu tak ku lakukan hanya untuk memastikan perhatianmu masih ada / tidak..
Tapi itu tak ku lakukan hanya untuk memastikan perhatianmu masih menjaga / tidak..

Dan ya aku tahu kini, kau masih sama seperti awal dulu.
Biarkan itu tetap ada bersamamu.


----------


Jika lebih dari lima tahun saja, semesta masih menautkan hati kita. Apa ada alasan lain aku takut menunggu dan membersamaimu tahun ke tahun lagi dan sampai tua nanti ?

Minggu, 28 Juli 2019

MAU KAN ?

------ Sesuatu yang bukan takdir kita, tak akan ditautkan dengan hati kita --------

Sudah banyak ya cerita, ya gak aku bagikan semua cerita dan detail juga sih *kebanyakan (hehehehe)

Ingin jumpa, ada yang biasa saja main ke rumah.. ngobrol sama ortu sambil lirik-lirik sedikit, ada juga yang merasa berat... malu... belum siap apa-apa (katanya) ?

Berjabat tangan, se yakin apa pun manusia, jika belum saatnya - jika bukan dia yang menjadi tujuan akan di-atur-kan susah. (percaya deh)
--
Boleh ya, aku minta... aku mimpi... Berjumpa - kita di rumah, sering-seringlah main supaya ayah ibu ku anggap kamu bukan tamu melainkan seperti anak sendiri. Aku kasih bocoran ya, ke rumah jam 10 siang aku lagi masak, jam 12 nantinya jangan pulang duluuu coba makan masakanku dulu ya (hihihi)
--
Boleh ya, aku minta... aku mimpi... Jabat tanganku - sesaat setelah kata "sah" nanti. Kamu mau kan rasain gimana rasanya pertama kali kamu sentuh tanganku.. apa manis apa asin apa pahit (hehehehe).
Aku mau kayak gituuu... kamu juga mustinya gak masalah dan tentu mau kan ? 


Kamis, 09 Mei 2019

THANK U AS ...


👨 Sudah mau menikah?
👩 Jujur mungkin sudah mau, tapi masih terlalu takut - takut tidak bisa - takut dapat suami yang yang kasar.
👨 Menurut saya, pemikiran begitu salah loh, nanti tidak nikah-nikah. Memang sudah banyak contohnya, rumah tangga yang suaminya kasar itu tapi kan tidak semua orang suami itu kasar, serahkan saja pada Allah SWT.



👩 Aku tidak mengerti kenapa ada yang makin lama makin harmonis, tapi ada juga yang makin lama makin menjauh?
👨 Ya mungkin itu adalah yang dinamakan lika - liku rumah tangga?
👩 Mungkin iya... pemanis rumah tangga?
👨 Ya.. mungkin itu adalah prosesnya, untuk menuju SAMAWA.


"ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu, terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia, ku harap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu, ku tak harus memilikimu, tapi bolehkan ku slalu didekatmu" - raisa - jatuh hati-



Jumat, 12 April 2019

Pada-nya Pengetahuan





































Mengenal diri membuat kita jadi lebih tahu diri, percaya diri, dan sadar diri untuk bertindak yang terpuji. Semua itu adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Menusia adalah makhluk spiritual yang bersosok roh, soul atau jiwa, yang hidup dengan tujuan menyebarkan cinta-kasih-sayang serta memiliki keinginan untuk membahagiakan jiwa yang lain.


Manusia adalah makhluk dengan wujud energi atau spiritual energy life form (SELF) atau spiritual emotional life form, yang berarti makhluk yang memiliki kecerdasan emosi dan spiritual. Semua itu menjelaskan bahwa jati diri manusia sesungguhnya adalah energi atau daya yang mengalirkan kekuatan cinta dan kasih sayang-Nya. Ketika kamu merasa tidak bahagia, sadarilah bahwa itu adalah tuntutan untuk lebih menyadari lagi fitrah jati diri anda. Pun ketika kamu memiliki masalah, itu adalah petunjuk agar kamu lebih memahami tuntutan cinta dan kebahagian jwa (kata hati) kamu sendiri.


Jika organisme sederhana seperti pohon selalu berhasil berbuah sesui fitrahnya, mengapa manusia yang memiliki kecanggihan luar biasa belum juga berhasil menumbuhkan pohon kehidupan secara sederhana? Jawabannya, karena manusia ingin memaksakan apa yang harus terjadi menurut keinginannya, bukan menurut rencana-Nya. Untuk menyadari intuisi dari kata hati, kita harus sering bertanya kepada diri kita sendiri.


Menyapa aku ada di tempat ini? Apa yang ingin aku dapatkan dengan melakukan hal ini? Apa yang sedang aku hindari dengan memilih untuk berada di sini?



Dengan me – rasa kan hal seperti itu kita bisa melihat-Nya lewat pedoman akidah islam yang kita anut sejak dini dan sudah seharusnya kita mem – baca ini dan membuat hidup kita sederhana. Berikut di bawah adalah hal – hal yang bisa kita baca-pahami-lakukan untuk kehidupan dalam keseharian :


1. KETIKA SEDIH ( AL – BAQARAH : AYAT 25 )



Wa basyirillazina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haar, kullamaa ruziquu min-haa min samarotir rizqong qooluu haazallazii ruziqnaa ming qoblu wa atuu bihii mutasyaabihaa, wa lahum fiihaaa azwaajum muthohharotuw wa hum fiiha khooliduun.



Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (di sediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka di beri rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “ inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu “. Mereka telah di beri (buah-buahan) yang serupa. Dan disana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.

  
2.  KETIKA TERINGAT DOSA ( AZ – ZUMAR : AYAT 53 )



Qul yaa ‘ibaadiyallaziina asrofuu ‘alaaa anfusihim laa taqnathuu mir rohmatillaah, ‘innallohu yaghfiruz-zunuuba jamii’aa , innahuu huwal-ghofuurur-rohim.



Katakanlah, “ wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri!. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang maha Pengampun, Maha Penyayang.


3. KETIKA TERTEKAN ( AR – RA’D : AYAT 28 )



Allaziina aamanuu wa tathma ‘innu quluubuhum bizikrillaah, alaa bizikrillaahi tathma ‘innuhul-quluub.



(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.


4. MERASA TIDAK DIHARGAI ( AL – INSAN : AYAT 22 )



Inna haazaa kaana jazaaa ‘aw wa kaana sa’yukum masykuuroo.



Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).


5. KETIKA PUTUS ASA ( YUSUF : AYAT 87 )



Yaa bariyyaz-habuu fa tahassasum miy yuusufa wa akhiihi wa laa tai’asuu mir rouhillah, innahuu laa yai’ asu mir rouhillaahi illal-qoumul-kaafiruun.



Wahai anak-anakku!. Pergilah kamu, carilah (berita) tentang yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.


6. MERASA KESUSAHAN ( AL – INSYIRAH : AYAT 5 )


Fa inna ma’al-‘usri yusroo.


Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.


7. MERASA KECEWA ( ALI – IMRAN : AYAT 139 )



Wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa antumul-a’launa ing kuntum mu’miniin.



Dan  janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.


8. BERHARAP ( AT – TAUBAH : AYAT  129 )



Fa in tawallau fa qul hasbiyallohu laaa ilaoha illaa huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul-‘arsyil-‘azhiim



Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (muhammad), “ cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.




                
Semoga kita semua bisa me - rasa - kan hati dengan tetap berjalannya langkah zaman tapi tetap mem - baca - kan pedoman hidup kita, Al - Qur'an. 

Wassalamualaikum Wr Wb.